seni reog kendang Tulungagung


Apakah Reog Kendang itu?

Reog Kendang adalah tarian tradisional yang menggambarkan tentang arak – arakan prajurit yang mengiringi rombongan raja pada jaman dahulu. Dalam tarian ini para penari menari sambil memainkan kendang sebagai attribute menarinya. Reog Kendang ini merupakan tarian tradisional yang sangat terkenal dari Tulungagung, Jawa Timur.

Reog Kendang ini tak lepas dari sejarah dan cerita legenda pada jaman dahulu. Menurut beberapa sumber sejarah yang ada, Reog Kendang ini menggambarkan tentang arak – arakan prajurit Kedirilaya yang mengiringi Ratu Kilisuci dalam rangka menemui jathasura yang bertempat di Gunung kelud. Karena Ratu Kilisuci tidak mau dinikahi oleh Jathasura, maka dia menolak secara halus dengan memperdaya Jathasura. Selain itu versi lain menyebutkan bahwa Reog Kendang ini terinspirasi dari permainan kendang Prajurit Bugisdalam Kesatuan Laskar Trunojoyo. Pada jaman dahulu para prajurit menggunakan tam – tamatau kendang kecil yang digendong.

Dalam pertunjukannya, Reog Kendang ini ditampilkan secara berkelompok oleh 6 orang penari yang masing – masing dari mereka membawa kendang atau dhodhog. Setiap kendang yang di bawa masing – masing penari memiliki jenis yang berbeda diantaranya seperti kendang kerep, kendang arang, kendang imbal 1, kendang imbal 2, kendang keplak, dan kendang trinthing. Dalam pertunjukan Reog Kendang tersebut penari menari dengan energik sambil mememainkan kendang mereka seirama dengan music pengiring dan nyanyian lagu jawa. Alat music yang digunakan oleh pengiring tersebut diantaranya adalah kenong, gongdan terompet.

Gerakan dalam Reog Kendang ini lebih banyak pada gerakan kaki yang serempak dalam berbagai variasi. Selain itu gerakan badan, pundak, leher dan kepala yang disertai dengan mimik muka yang ekspresif. Sambil menari, penari memainkan kendang mereka selaras dengan music pengiringnya. gerakan dalam Reog Kendang ini juga dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya seperti gerak baris, gerak sundangan, gerak andul, gerak menthokan, gerak gedjoh bumi, gerak ngongak sumur, gerak midak kecik, gerak lilingan, gerak kejang dan gerak bari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tari Kecak Bali